Kamis, 22 Januari 2026

Pengemasan dan penyajian

 

Pengemasan dan penyajian

I.                Pengemasan

A.    Pengertian kemasan

Kemasan adalah wadah yang digunakan untuk melindungi bahan atau produk yang ada di dalamnya dari berbagai cemaran yang dapat menyebabkan kerusakan bahan atau produk tersebut pada saat penyimpanan atau pendistribusian. Menurut Said (2016: 15-16),

Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan.

B.    Fungsi kemasan

·     sebagai wadah untuk melindungi dan menjaga kualitas suatu bahan atau produk,
·     sebagai media promosi, simbolik, dan estetik.       
·     Kemasan makanan berfungsi menjaga agar produk tetap bersih dan awet,
·     Mudah dikonsumsi
·     mudah didistribusikan

C.    Kemasan dapat dikelompokkan menjadi 3

1.      Kemasan primer

       Kemasan yang bersentuhan langsung dengan produk makanan/minuman

2.      Kemasan skunder

       Kemasan yang tidak bersentuhan langsung dengan produk makanan, melainkan digunakan pada bagian luar kemasan primer.

3.      Kemasan tersier

       Kemasan yang digunakan untuk distribusi jarak jauh, dapat memuat beberapa kemasan sekunder.

D.    Bahan kemasan makanan

1.      Kemasan logam

Kemasan logam(kaleng) adalah kemasan yang paling aman karena kemasan ini dapat melindungi produk dari sinar matahari, uap air, dan oksigen.


             2.      Kemasan Gelas

Kemasan gelas sifatnya tidak bereaksi dengan bahan yang dikemas, tahan terhadap produk yang bersifat asam dan basa. Kekurangannya mudah pecah jika terkena benturan, dan eratnya cukup berat dibandingkan dengan bahan lainnya seperti logam atau kertas.



Sumber gambar ; https://www.roetell.com/id/design/

3.     Kemasan Plastik

Kemasan plastik bersifat ringan, relatif mudah, namun masa simpan relative singkat dibandingkan dengan kemasan kaleng. Tidak semua jenis plastik dapat digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman, ada jenis plastic yang tidak dapat digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk kesehatan manusia.

                 


          4.      Kemasan Kertas


Kemasan kertas dan karton banyak digunakan untuk kotak karton lipat (KKL) dan kotak karton gelombang (KKG) mudah dicetak.

 

               

         5.     Kemasan Fleksibel

Kemasan fleksibel merupakan suatu revolusi dari teknologi pembuatan kemasan, bentuknya fleksibel sesuai sifat produk yang dikandung.

 Kriteria Kemasan dan Label Kemasan

Pengemasan dan pelabelan merupakan tahap akhir dalam proses pengolahan pangan sebelum dipasarkan. Kita pahami terlebih dahulu mengenai pengemasan yang seringkali menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan suatu produk.

Kemasan untuk produk makanan mempunyai beberapa persyaratan sebelum diputuskan digunakan untuk mengemas makanan/minuman yang akan kita produksi, di antaranya sebagai berikut:

a. Kemasan harus dapat melindungi isi dari pengaruh lingkungan dan saat distribusi. Misalnya kripik akan lembek jika kemasannya tidak dapat menahan H2O yang masuk melalui pori-pori.

b. Kemasan harus menjadi media penandaan terhadap barang yang dikemas sehingga pelabelan harus tercetak dengan jelas dan komplit.

c. Kemasan harus mudah dibuka dan mudah ditutup kembali serta berdesain atraktif.

d. Kemasan harus dapat mempromosikan diri sendiri bila dipajang di etalase toko atau swalayan.

Setelah kita memahami tentang jenis bahan kemas, kriteria pengemasan yang baik, maka yang perlu kita pahami mengenai pelabelan. Pelabelan harus jujur dan informatif. Pelabelan harus mengikuti Peraturan Pemerintah No.69 Tahun 2000 tentang Pelabelan dan Iklan Pangan.

Label dan pelabelan berkaitan dengan tiga fungsi pengemasan, yaitu:

a. Fungsi identifikasi

b. Fungsi membantu penjualan produk

c. Fungsi pemenuhan peraturan perundang-undangan

Undang-undang Pangan No.7 Tahun 1996 Pasal 30 Bab IV menyebutkan bahwa, “Setiap orang yang memproduksikan atau memasukan ke dalam wilayah Indonesia, pangan yang dikemas untuk diperdagangkan wajib mencantumkan label pada, di dalam, dan atau di kemasan pangan.”

Label yang dimaksud memuat sekurangnya hal-hal berikut:

a. Nama produk
b. Nama dagang 
c. Komposisi 
d. Berat/isi bersih 
e. Nama dan alamat prosedur 
f. Nomor pendaftaran(PIRT/MD) 
g. Tanggal/bulan dan tahun kadaluarsa 
h. Kode produksi



II.                Penyajian

A.      Penyajian menjadi langkah akhir saat membuat masakan. Tahap ini biasa disebut dengan plating. Plating atau menyajikan makanan akan memengaruhi tampilan akhir dari sajian yang sudah dibuat.

B.      Manfaat penyajian :

·       Meningkatkan Daya Tarik Secara Visual

·       Mencerminkan Kualitas dan Profesionalisme

·       Menjadi Diferensiasi Merek

·       Mempengaruhi Selera

·       Memicu Pelanggan Berbagi di Media Sosial

·       Kesempatan Untuk Mengekspresikan Kreativitas Dan Inovasi

C.      Cara plating makanan yang menarik

·       Perencanaan Awal

·       Pemilihan Piring yang Tepat

·       Warna Dan Kontras

·       Teknik Saji

·       Penggunaan Space Dengan Bijak

·       Tinggi Rendah dan Asimetri

·       Hati-Hati Dengan Garnish

·       Konsistensi Dalam Gaya

A.              Contoh plating


     





               
Contoh plating VS pengemasan