Kamis, 01 Oktober 2026

PENJUALAN SISTEM KONSINYASI

 

SISTEM PENJUALAN KONSINYASI



 

Berdasarkan laman Wikipedia, penjualan konsinyasi adalah sebuah sistem penjualan di mana barang atau produk yang dimiliki oleh pihak penjual (konsinyor) diserahkan kepada pihak penjual konsinyasi (konsinyee) untuk dijualkan kepada konsumen.

 

Sistem konsinyasi adalah sistem kerjasama pemasaran antara pemilik barang dengan pemilik warung atau toko atau penjual . Sistem konsinyasi disebut juga sistem titip jual yang artinya pemilik barang menitipkan kepada penjual/warung/ toko untuk menjualkan barang titipannya. Periode penitipan sesuai dengan kesepakatan dan keuntungan nya  bagi penjual /warung/toko tidak perlu mengeluarkan modal.

Dalam proses konsinyasi ada proses yang harus dilalui. Di antaranya adalah prosedur sistem berjalan pada sistem penjualan  secara konsinyasi. Sistem berjalan tersebut adalah sbb:

1.     Prosedur persiapan barang

Pada proses ini, produk yang akan dikirim ke pihak konsinyi disiapkan. Produk dikeluarkan dari gudang dan dibuatkan SKB oleh merchandise inventory kepada helper untuk dicek ulang sebelum dikirim kepada pihak konsinyi.

2.     Prosedur pengiriman barang

Pada proses ini , merchandise inventory membuat faktur pengiriman barang yang akan diberikan beserta produk.  Untuk toko/distro diluar kota, produk dikirim menggunakan jasa perusahaan pengiriman barang .jadi konfirmasi penerimaan barang kepihak konsinyi dilakukan melalui telp.  Untuk distro/toko dalam kota produk titipan dikirim langsung dan pihak perusahaan menerima tanda terima dari pihak konsinyi.

3.     Prosedur pembuatan laporan

Setelah produk sampai ke tangan konsinyi dan telah menerima konfirmasi atau tanda terima barang dari pihak konsinyi, merchandise inventory membuat laporan pengiriman barang konsinyasi yang kemudian dilaporkan kepada supervisi. Setiap awal periode merchandise inventory menerima laporan penjualan dari setiap toko /distro . dari laporan tersebut, merchadise inventory membuat laporan penjualan barangkonsinyasi untuk diberikan kepada supervisor.

 

 

Kelebihan dan Kekurangan Penjualan Konsinyasi

 

Kelebihan Penjualan Konsinyasi

1. Risiko persediaan

Dalam sistem ini, konsinyor tidak perlu mengeluarkan modal untuk membeli persediaan barang yang belum terjual.

Barang tetap menjadi milik konsinyor sampai terjadi penjualan, sehingga konsinyor dapat menghindari risiko persediaan yang tidak terjual.

2. Ekspansi pasar

Penjualan konsinyasi memungkinkan konsinyor untuk memperluas jangkauan pasar mereka dengan memanfaatkan jaringan penjualan konsinyi.

Hal ini dapat membantu produk konsinyor mencapai konsumen yang lebih luas dan meningkatkan visibilitas merek.

3. Modal kerja

Dalam penjualan konsinyasi, konsinyor tidak perlu mengikatkan modal kerja dalam persediaan barang yang belum terjual.

Ini memungkinkan konsinyor untuk menggunakan modal kerja mereka secara lebih efisien untuk keperluan lain, seperti pengembangan produk baru atau strategi pemasaran.

Kekurangan Penjualan Konsinyasi

1. Risiko penjualan rendah

Jika penjualan barang tidak mencapai target yang diharapkan, konsinyor dapat mengalami kerugian.

Konsinyi mungkin tidak mampu menjual barang dengan efektif atau pasar tidak menerima produk tersebut seperti yang diharapkan.

2. Kerugian barang

Ada risiko kerusakan atau kehilangan barang selama proses ini. Konsinyor bertanggung jawab atas barang tersebut sampai terjadi penjualan, sehingga jika terjadi kerusakan atau kehilangan, konsinyor akan mengalami kerugian.

3. Kontrol yang terbatas

Dalam proses di dalamnya, konsinyor tidak memiliki kontrol penuh atas penjualan barang.

Konsinyi bertindak sebagai agen yang menjual atas nama konsinyor, sehingga konsinyor mungkin tidak dapat mengendalikan aspek-aspek seperti harga, promosi, atau strategi penjualan yang dilakukan oleh konsinyi.

4. Ketergantungan pada konsinyi

Keberhasilan penjualan konsinyasi sangat tergantung pada kemampuan dan dedikasi konsinyi.

Jika konsinyi tidak efektif dalam menjual barang atau tidak memiliki minat yang cukup dalam mempromosikan produk, maka proses konsinyasi ini dapat terhambat.

Setiap bisnis perlu mempertimbangkan dengan hati-hati kelebihan dan kekurangan penjualan konsinyasi ini dan mengevaluasi apakah model ini sesuai dengan kebutuhan dan tujuan mereka.

 

Syarat Penjualan Konsinyasi

accurate.id gambar Penjualan Konsinyasi-4

Syarat penjualan konsinyasi dapat bervariasi tergantung pada perjanjian antara konsinyor (pemilik barang) dan konsinyi (penjual konsinyasi).

Berikut adalah beberapa syarat umum yang sering dimasukkan dalam perjanjian penjualan konsinyasi:

1. Persetujuan tertulis

Perjanjian penjualan konsinyasi harus disepakati secara tertulis antara konsinyor dan konsinyi.

Dokumen ini harus mencakup semua persyaratan, ketentuan, dan hak serta kewajiban kedua belah pihak.

2. Jenis barang yang dikonsinyasikan

Perjanjian harus menjelaskan dengan jelas jenis barang yang akan dikonsinyasikan, termasuk deskripsi, jumlah, kualitas, dan kondisi barang tersebut.

3. Periode penjualan

Perjanjian harus mencantumkan periode waktu yang ditetapkan untuk penjualan konsinyasi. Ini mencakup tanggal mulai dan berakhirnya periode penjualan, serta persyaratan perpanjangan jika diperlukan.

4. Harga penjualan

Persyaratan harga penjualan harus ditetapkan dalam perjanjian, baik harga jual per unit barang maupun metode penetapan harga lainnya yang dapat digunakan oleh konsinyi.

5. Komisi atau bagian dari penjualan

Perjanjian harus menentukan persentase komisi atau bagian yang akan diterima oleh konsinyi sebagai imbalan atas penjualan barang. Hal ini bisa berupa persentase tetap dari penjualan atau struktur komisi lainnya yang disepakati.

6. Tanggung jawab atas barang

Perjanjian harus menjelaskan siapa yang bertanggung jawab atas risiko kerusakan, kehilangan, atau pencurian barang selama proses penjualan konsinyasi. Biasanya, konsinyor tetap bertanggung jawab atas barang hingga terjadi penjualan.

7. Pelaporan penjualan

Perjanjian harus mengatur kewajiban konsinyee untuk melaporkan secara teratur tentang penjualan, termasuk informasi seperti jumlah barang yang terjual, harga penjualan, tanggal penjualan, dan detail lain yang relevan.

8. Pengembalian barang

Perjanjian harus mengatur kondisi pengembalian barang yang tidak terjual, termasuk batas waktu pengembalian, syarat kelayakan barang yang dikembalikan, dan prosedur pengembalian barang yang rusak.

9. Audit dan inspeksi

Konsinyor biasanya memiliki hak untuk melakukan audit atau inspeksi terhadap stok barang yang berada di bawah konsinyi, guna memastikan keakuratan dan kondisi barang.

10. Penyelesaian perselisihan

Perjanjian harus mencakup ketentuan mengenai penyelesaian perselisihan antara konsinyor dan konsinyi, seperti melalui mediasi atau arbitrase.

Syarat-syarat ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan persyaratan khusus dari bisnis yang terlibat dalam penjualan konsinyasi.

Penting untuk mencari bantuan hukum atau profesional yang berpengalaman dalam menyusun perjanjian penjualan konsinyasi guna memastikan bahwa semua syarat yang relevan telah ditangani dengan baik.


Daftar pustaka

Rina Lestari,dkk, PRAKARYA &KEWIRAUSAHAAN SMS/MA XII 2023, YUDISTIRA

https://accurate.id/bisnis-ukm/pengertian-penjualan-konsinyasi/

Minggu, 09 Agustus 2026

Keberlajutan lingkungan dalam produk olahan pangan





  Apakah kalian pernah berpikir berapa banyak sampah yang kalian hasilkan setiap hari bagaimana akibat sampah yang tidak dapat dikelola dengan baik ?

Amati ilustrasi gambar dibawah ini !


Pasti kita ingin lingkungan kita tetap terjaga dan hijau sampai kapanpun, maka kita harus merubah sistem pangan kita. 
Kita bisa melakukan :
1. Mengolah limbah organik dan unorganik dengan tepat
2. Memperhatikan lingkungan agar tidak terjadi krisis air dan lahan
3. Mengurangi trasportasi jarak jauh/impor  (menggunakan bahan lokal)

Pangan berkelanjutan (Sustainable Food ) adalah sistem pangan yang memenuhi kebutuhan gizi generasi sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi masa depan untuk memenuhinya.
Keberlanjutan  dalam produk pangan adalah penerapan prinsip yang memastikan ketersediaan pangan bergizi tanpa merusak lingkungan , menjaga kelestariaan sumber daya lam dan layak secara ekonomis untuk generasi masa kini dan mendatang.
Ada 3 pilar yang utama (Triple bottom line):
1. Planet (lingkungan): menjaga ekosistem bumi tetap lestari
2. People (sosial): adil bagi petani lokal dan sehat untuk konsumen
3. Profit (ekonomi): memberikan keutungan finansial berkelanjutan bagi UMKM/Industri





Mungkin kalian akan bertanya apa yang bisa kita lakukan dalam menjaga lingkungan dan kaitannya dengan pengolahan pangan? 
Ada 3 strategi yang bisa kita lakukan :
1. Pengadaan bahan baku lokal (local Souching), dengan memangkas jarak tempuh dan                 memberdayakan petani.
 lebih mudah kalian amati ilustrasi berikut :


2. Produksi bersih dan ekonomi sirkular, menghemat penggunaan listrik, gas dan air selama proses produksi dan mengubah sisa produk atau hasil sampingan menjadi produk yang bernilai ekonomis (upcycling limbah pangan)


3. Kemasan hijau
Katakan tidak pada plastik sekali pakai, gunakan kemasan berkelanjutan: (Biodegradedable) mudah hancur alami, (Recyclable) dapat dilebur kembali menjadi kemasan baru, (reusable) kemasan yang bisa digunakan berulang kali oleh konsumen.

 Contoh inovasi produk pangan berkelanjutan : 
a. Teh kulit buah , memanfaat kan kulit buah yang terbuang menjadi minuman sehat antioksidan
b. cemilan dari ampas sayur atau buah , memanfaatkan sisa perasan jus bersih menjadi kripik buah.



















Sabtu, 08 Agustus 2026

MAKANAN FUNGSIONAL

 MAKANAN FUNGSIONAL

Memilih makanan sehat kini menjadi salah satu alasan bagi konsumen untuk membeli dengan bahan alami sebagai pilihan bahan terbaik. Kita dapat mengkonsumsi produk yang berkhasiat baik bagi tubuh dengan memanfaat kan potensi kekayaan alam asli Indonesia. Dengan mengolah bahan - bahan nabati maupun hewani yang mempunyai khasiat baik bagi  tubuh merupakan peluang usaha yang menjanjikan dan menguntungkan di bidang makanan/ minuman yang bersifat fungsional. Agar lebih mudah dan membantu kalian belajar saya muat materi di sini !





























Jumat, 03 April 2026

Pengertian Promosi dan Media Promosi

 PROMOSI 


A.    Pengertian promosi

Promosi meliputi kegiatan perencanaan , implementasi, dan  pengendalian komunikasi dari suatu organisasi  kepada konsumen serta sasaran lainnya. Menurut Ben M. Enis, promosi diartikan sebagai bentuk komunikasi  yang memberikan informasi kepada konsumen mengenai keberadaan suatu produk  dan membujuk mereka agar membeli produk tersebut. Promosi bisa diartikan  sebagai sejenis komunikasi  yang memberi penjelasan yang menyakinkan calon konsumen tentang barang dan jasa ataupun sebuah prosesmebagi ide, informasi, atau perasaan audiensi.

Menurut Kotler dan  Gary A. (Alexander Sindoro , 2000) bauran promosi adalah  rumusan khusus dari  iklan pribadi, promosi penjualan, hubungan masyarakat yang dipergunakan perusahaan untuk mencapai tujuan iklan, dan pemasarannya.

Berdasarkan bebrapa pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa promosi adalah usaha –usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempengaruhi konsumen  supaya membeli produk yang dihasilkan u atau untuk menyampaikan beritatentang produk  tersebut dengan jalan  mengadakan komunikasi dengan para pendengar yang sifatnya membujuk.

B.    Fungsi kegiatan promosi:

1.    Informing (Memberikan informasi )

Promosi merupakan sarana untuk mengenal produk kepada para konsumen. Promosi membuat konsumen sadar akan produk –produk baru, mendidik mereka tentang  berbagai fitur dan manfaat merek, serta memfalisitasi penciptaan citra sebuah perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa.

2.    Persuading ( membujuk )

Media promosi / iklan  yang baik akan mampu mempersuasi pelanggan untuk mencoba produk dan jasa yang ditawarkan.

3.    Reminding ( Mengingatkan )

Iklan menjaga agar merk tetap segar dalam ingatan konsumen .  Saat kebutuhan akan barang/ jasa muncul konsumen akan  mengingat barang/ jasa yang diiklankan.

4.    Adding Value (Menambah nilai )

Terdapat 3  cara mendasar  dimana perusahaan  bisa memberi nilai tambah bagi penawaran –penawaran mereka, yaitu : inovasi, penyempurnaan kwalitas, atau mengubah persepsi konsumen.

5.    Assisting (Mendampingi upaya –upaya lain dari perusahaan)

Periklanan  merupakan salah satu alat promosi. Promosi membantu perwakilan penjualan.  Iklan mengawasi proses penjualan produk –produk perusahaan  dan memberikan pendahuluan yang bernilai bagi wiraniaga sebelum melakukan kontak personal  dengan para pelanggan yang prospektif.

C.    Bentuk dan Media Promosi


                    Sumber gambar : https://www.runchise.com/blog/cara-mempromosikan-makanan-lewat-online

1.    Informasi dari mulut ke mulut (Word of mounth)

Informasi dari mulut ke mulut merupakan  tehnik promosi melalui percakapan  dari seseorang pada orang lain  untuk menyebarkan informasi dimaksud.  Dalam hal ini peranan orang sangat penting dalam mempromosikan barang/ jasa. Promosi dari mulut ke mulut ini banyak dilakukan pebisnis karena murah tanpa biaya serta dapat dikatakan sangat efektif. OLeh karena itu jangan sampai pelanggan merasa kecewa  karena yang dirasakan tidak sesuai dengan informasi yang diterima. Usahakan konsumen merasa puas dan mereka kembali  dan menceritakan kepada teman yang lain.

2.    Pemasaran langsung ( Direct Marketing)

Pemasaran langsung merupakan bentuk promosi  dengan cara memasarkan barang/ jasa  secara langsung agar mendapatkan tanggapan secara langsung juga dari konsumen. Pemasaran langsung tidak harus tatap muka tetapi pemasarannya ditujukan langsung kepada seseorang.

                     Secara umum , pemasaran langsung mempunyai ciri –ciri sebagai berikut :

a.      Non public : hanya di tujukan kepada orang tertentu saja, seperti pemegang kartu pelanggan.

b.     Penyesuaian isi pesan : isi dari informasi diteliti  dan disesuaikan dengan kondisi dari orang yang akan dkirim informasi sehingga lebih menarik dan tidak salah sasaran.

c.      Terbaru : Biasanya pesan mengikuti tren terbaru

d.     Terjadi proses interaktif : apabila orang yang berkaitan melakukan tanggapan maka pesan dapat diubah sehingga informasi dapat bersifat intraktif.

Manfaat pemasaran secara langsung:

a.      Belanja dapat dilakukan konsumen dari rumah.

b.     Konsumen mempunyai pilihan barang yang banyak melalui katalog yang ditawarkan atau layanan on line.

c.      Konsumen dapat memesan barang untuk dirinya sendiri atau orang lain.

d.     Konsumen dapat mempelajari produk sebelum membeli  tanpa harus menemui wiraniaga yang mungkin menyita waktu.

e.      Penjual dapat memilih konsumen denga karakteristik yang sesuai produk.

f.      Penjual dapat mengkhususkan dan menyesuaikan pesanan dengan calon konsumen.

g.     Bahan informasi pemasaran langsung memiliki keterbacaan tinggi karena bahan tersebut dikirim pada calon pembeli yang jelas berminat.

h.     Menungkinkan pengujian media dan pesan alternative untuk mencari metode pencapaian tujuan yang paling efektif dalam segi biaya.

i.       Pemasaran langsung dapat diatur agar dapat menjangkau calon pembeli pada saat yang tepat.

j.       Strategi penawaran langsung sulit dilihat oleh pesaing.

k.     Dapat mengukur tanggapan dari konsumen sehingga bisa digunakan untuk membuat keputusan yang lebih menguntungkan.

3.    Iklan  (Advertising)

a.      IKlan adalah setiap bentuk presentasi dan promosi personal atas ide, barang, atau jasa oleh sponsor tertentu dengan menggunakan media tertentu.

b.     Menurut  Kotler dan Keller dalam Manajemen Pemasaran , media utama dalam  iklan  adalah : koran, TV, surat langsung, radio, majalah, reklame ruang luar, yellow pages, berita berkala, brosur, telepon, internet

         4.    Hubungan masyarakat (Publik Relation)

Public Relation atau hubungan masyarakat adalah berbagai  program untuk mempromosikan dan melindungi citra perusahaan atau produknya. Daya tarik hubungan masyarakat disasarkan pada 3 sifat khusus  , yaitu :

a.      Kredibilitas yang tinggi. Masyarakat pada umumnya lebih mempercayai cerita atau kabar bahkan gambaran perusahaan daripada apa yang dia lihat pada iklan

b.     Kemampuan menangkap pembeli yang tidak dibidik sebelumnya. Hubungan masyarakat  dapat menjangkau banyak calon pembeli terutama bagi para pembeli yang cenderung  menghindari wiraniaga dan iklan.

c.      Dramatisasi. Humas bisa mendratisasi suatu perusahaan atau produk . Hal iini dapat membangun kepercayaan public.

5.    Kewiraniagaan ( personal selling )

Personal selling adalah presentasi langsung dalam suatu percakapan dengan satu atau lebih calon pembeli dengan maksud untuk mendapatkan penjualan. Tujuan kewiraniagaan , antara lain :

a.      Mendapatkan pesanan untuk produk  itu .

b.     Membuat agar pengecer aktif mempromosikan dan memamerkan produk di tempat penjualannya.

c.      Membuat grosir bekerjasama  dengan pengusaha untuk aktif menjual produk itu.

d.     Mendidik mereka yang dapat memengaruhi pembelian untuk memilih perusahaan dan produknya.

6.    Promosi konsumen ( Hadiah, Perlombaan dan penawaran kombinasi)

Promosi konsumen ini bertujuan untuk mendapatkan dampak yang cepat di tempat pembelian, barangkali bersama dengan satu atau lebih sasaran yang mendasarinya.

Jadi, promosi konsumen itu adalah alat praktis jangka pendek yang bertujuan untuk merangsang tanggapan yang segera ditempat pembelian.

7.    Promosi dealer/ promosi penjualan  (Sales promotion)

Sales promotion merupakan bentuk promosi selain iklan , personal selling maupun publisitas yang memiliki berbagai bentuk kegiatan.  Promosi penjualan meliputi berbagai jenis antara lain : iklan, etalase dan pameran interior, demonstrasi produk, perlombaaan konsumen, pemberian hadiah, penggunaan kombinasi penawaran, pembagian contoh cuma- cuma dan aktivitas –aktivitas lain yang bertujuan meningkatkan penjualan suatu merk produk tertentu.

Ada beberapa metode yang perlu diperhatikan dalam  mendorong promosi dealer , yaitu :

a.      Sampai berapa jauh promosi dealer yang aktif itu dianggap penting

b.     Apakah distribusinya diseleksi atau tidak

c.      Praktik saingan

d.     Biaya metode alternative yang bersangkutan

8.    Pameran dan ekshibisi

Pameran  merupakan suatu bentuk dalam usaha jasa pertemuan yang mempertemukan antara produsen dan pembeli, tetapi pengertian pameran yang lebih jauh adalah  suatu kegiatan promosi yang dilakukan oleh suatu produsen, keloompok, organisasi  dan perkumpulan tertentu dalam bentuk menampilkan  display produk kepada calon relasi atau pembeli.

Macam pameran antara lain : show, ekshibisi, eksposisi, pekan raya, fair , bazar, dan pasar murah.

Pameran mempunyai manfaat , antara lain :

a.      Memperkenalkan produk baru

b.     Memperkenalkan produk hasil modifikasi

c.      Memperkuat citra perusahaan

d.     Mengumpulkan informasi pesaing

e.      Menguji penjualan anda saat pameran

f.      Menguji SDM dan kekuatan teamwork