Pengemasan dan penyajian
I.
Pengemasan
A. Pengertian kemasan
Kemasan adalah wadah yang digunakan untuk melindungi bahan atau produk yang ada di dalamnya dari berbagai cemaran yang dapat menyebabkan kerusakan bahan atau produk tersebut pada saat penyimpanan atau pendistribusian. Menurut Said (2016: 15-16),
Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan.
B.
Fungsi kemasan
C.
Kemasan dapat
dikelompokkan menjadi 3
1. Kemasan primer
Kemasan yang bersentuhan langsung dengan produk makanan/minuman
2.
Kemasan skunder
Kemasan
yang tidak bersentuhan langsung dengan produk makanan, melainkan digunakan pada
bagian luar kemasan primer.
3.
Kemasan tersier
Kemasan
yang digunakan untuk distribusi jarak jauh, dapat memuat beberapa kemasan
sekunder.
D.
Bahan kemasan makanan
1.
Kemasan
logam
Kemasan logam(kaleng) adalah kemasan yang paling
aman karena kemasan ini dapat melindungi produk dari sinar matahari, uap air,
dan oksigen.
Kemasan gelas sifatnya tidak bereaksi dengan bahan
yang dikemas, tahan terhadap produk yang bersifat asam dan basa. Kekurangannya
mudah pecah jika terkena benturan, dan eratnya cukup berat dibandingkan dengan
bahan lainnya seperti logam atau kertas.
Sumber gambar ; https://www.roetell.com/id/design/
3.
Kemasan Plastik
Kemasan plastik bersifat ringan, relatif mudah,
namun masa simpan relative singkat dibandingkan dengan kemasan kaleng. Tidak
semua jenis plastik dapat digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman, ada
jenis plastic yang tidak dapat digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman
karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk kesehatan manusia.
4. Kemasan Kertas
Kemasan
kertas dan karton banyak digunakan untuk kotak karton lipat (KKL) dan kotak
karton gelombang (KKG) mudah dicetak.
5. Kemasan Fleksibel
Kemasan fleksibel merupakan suatu revolusi dari
teknologi pembuatan kemasan, bentuknya fleksibel sesuai sifat produk yang
dikandung.
Pengemasan dan pelabelan merupakan tahap akhir
dalam proses pengolahan pangan sebelum dipasarkan. Kita pahami terlebih dahulu
mengenai pengemasan yang seringkali menjadi salah satu faktor penentu
kesuksesan suatu produk.
Kemasan untuk produk makanan mempunyai beberapa
persyaratan sebelum diputuskan digunakan untuk mengemas makanan/minuman yang
akan kita produksi, di antaranya sebagai berikut:
a. Kemasan harus dapat melindungi
isi dari pengaruh lingkungan dan saat distribusi. Misalnya kripik akan lembek
jika kemasannya tidak dapat menahan H2O yang masuk melalui pori-pori.
b. Kemasan harus menjadi media
penandaan terhadap barang yang dikemas sehingga pelabelan harus tercetak dengan
jelas dan komplit.
c. Kemasan harus mudah dibuka dan
mudah ditutup kembali serta berdesain atraktif.
d. Kemasan harus dapat
mempromosikan diri sendiri bila dipajang di etalase toko atau swalayan.
Setelah
kita memahami tentang jenis bahan kemas, kriteria pengemasan yang baik, maka
yang perlu kita pahami mengenai pelabelan. Pelabelan harus jujur dan
informatif. Pelabelan harus mengikuti Peraturan Pemerintah No.69 Tahun 2000
tentang Pelabelan dan Iklan Pangan.
Label dan
pelabelan berkaitan dengan tiga fungsi pengemasan, yaitu:
a. Fungsi identifikasi
b. Fungsi membantu penjualan produk
c. Fungsi pemenuhan peraturan perundang-undangan
Undang-undang Pangan No.7 Tahun 1996 Pasal 30 Bab
IV menyebutkan bahwa, “Setiap orang yang memproduksikan atau memasukan ke dalam
wilayah Indonesia, pangan yang dikemas untuk diperdagangkan wajib mencantumkan
label pada, di dalam, dan atau di kemasan pangan.”
Label
yang dimaksud memuat sekurangnya hal-hal berikut:
II. Penyajian
A.
Penyajian menjadi langkah akhir saat membuat
masakan. Tahap ini biasa disebut dengan plating. Plating atau menyajikan
makanan akan memengaruhi tampilan akhir dari sajian yang sudah dibuat.
B.
Manfaat penyajian :
·
Meningkatkan Daya Tarik Secara Visual
·
Mencerminkan Kualitas dan Profesionalisme
·
Menjadi Diferensiasi Merek
·
Mempengaruhi Selera
·
Memicu Pelanggan Berbagi di Media Sosial
·
Kesempatan Untuk Mengekspresikan Kreativitas Dan
Inovasi
C.
Cara plating makanan yang menarik
·
Perencanaan Awal
·
Pemilihan Piring yang Tepat
·
Warna Dan Kontras
·
Teknik Saji
·
Penggunaan Space Dengan Bijak
·
Tinggi Rendah dan Asimetri
·
Hati-Hati Dengan Garnish
· Konsistensi Dalam Gaya
A. Contoh plating
Contoh plating VS pengemasan