PROPOSAL USAHA
A. Pengertian Proposal usaha
Proposal usaha berasal dari bahasa Inggris "to propose" yang artinya mengajukan , secara bahasa proposal dapat diartikan sebagai "bentuk pengajuan atau permohonanan. Penawaran itu bisa berupa ide, gagasan, pemikiran, atau sebuah rencana kerja yang ditujukan kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan baik yang sifatnya ijin, persetujuan, dana dan lain -lain."
Proposal usaha adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang menggambarkan semua unsur yang relevan baik internal maupun eksternal mengenai perusahaan untuk memulai suatu usaha , biasanya menyangkut pemasaran, permodalan , manufaktur, dan sumber daya manusia.
Proposal usaha adalah dokumen tertulis yang memuat gagasan,
rencana, strategi, serta kebutuhan sumber daya untuk menjalankan suatu usaha.
Proposal digunakan untuk menggambarkan secara sistematis bagaimana sebuah ide
usaha akan diwujudkan, siapa pasarnya, bagaimana produk dibuat dan dipasarkan, serta
bagaimana usaha tersebut diperkirakan menghasilkan keuntungan.
B. Tujuan dan fungsi proposal usaha
|
Aspek |
Tujuan/Fungsi |
Contoh Penerapan |
|
Perencanaan |
Menjadi pedoman pelaksanaan usaha agar kegiatan terarah. |
Menentukan target produksi, bahan, alat, tenaga kerja, dan jadwal. |
|
Komunikasi |
Menjelaskan ide usaha kepada pihak lain secara sistematis. |
Mempresentasikan rencana kepada guru, mitra, atau calon investor. |
|
Pengambilan keputusan |
Membantu menilai kelayakan suatu ide sebelum dijalankan. |
Membandingkan biaya, harga jual, target pasar, dan perkiraan laba. |
|
Pengendalian |
Menjadi acuan untuk membandingkan rencana dengan hasil nyata. |
Mengevaluasi apakah biaya produksi dan penjualan sesuai target. |
|
Pengajuan dukungan |
Mendukung pengajuan modal atau kerja sama. |
Menjelaskan kebutuhan modal dan penggunaan dana secara rinci. |
C. Cara menyusun proposal usaha
1. Menentukan ide usaha
Pilih produk yang memiliki nilai guna, dapat dibuat dengan sumber
daya yang tersedia, dan memiliki peluang pasar.
2. Mengidentifikasi masalah dan peluang
Amati kebutuhan konsumen, tren, bahan lokal, serta
produk pesaing.
3. Menentukan target pasar
Tentukan calon pembeli berdasarkan usia, kebutuhan, lokasi, daya
beli, atau karakteristik lainnya.
4. Mendeskripsikan produk
Jelaskan nama, bahan utama, rasa, ukuran, kemasan, keunggulan, dan
nilai pembeda produk.
5. Menyusun rencana produksi
Tentukan bahan, alat, tahapan kerja, kapasitas, tenaga kerja,
waktu produksi, dan pengendalian mutu.
6. Menyusun strategi pemasaran
Tentukan harga, tempat penjualan, cara promosi, media digital,
serta strategi pelayanan konsumen.
7. Menghitung kebutuhan biaya
Catat modal, biaya bahan, kemasan, tenaga kerja, energi,
transportasi, dan biaya lain yang relevan.
8. Menentukan harga jual dan proyeksi keuntungan
Gunakan perhitungan biaya produksi sebagai
dasar penetapan harga yang wajar dan kompetitif.
9. Menyusun dokumen secara sistematis
Gunakan bahasa formal, data yang realistis, tabel yang
jelas, dan urutan bab yang konsisten.
10. Meninjau dan memperbaiki proposal
Periksa kelengkapan, ketepatan perhitungan,
kelogisan rencana, serta kesesuaian antara target pasar, produksi, dan
pemasaran.
D. Isi Proposal Usaha.
Setiap orang yang menyusun proposal usaha pasti menginginkan bahwa isi proposal usahanya lengkap, artinya semua yang diperlukan yang seharusnya ada, sudah ada dalam proposal. Lengkap tidaknya isi proposal sangat relative karena tergantung dari besar kecil dan jenis usaha yang akan dijalankan. Supaya isi proposal yang dibuat lengkap atau paling tidak mendekati lengkap maka sebaiknya proposal disusun berdasarkan analisa SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) yaitu analisis mengenai kekuatan, kelemahan, peluang dan resiko-resiko yang akan dihadapi. Informasi yang tercakup dalam sebuah proposal usaha minimal berisikan:
uraian usaha,
produk,
lokasi,
pasar,
persaingan,
laporan keuangan,
manajemen, personalia,
proposal kredit dan
lampiran pelengkap lainnya.
Untuk
lebih jelasnya dapat dilihat penjelasan berikut:
1) Uraian Usaha. Uraian Usaha berisi penjelasan
singkat tentang usaha yang sedang atau akan dijalankan oleh pengusaha. Di
bagian ini, pengusaha mengemukakan latar belakang pemilihan bidang usaha dan
prospek usahanya di masa mendatang. Berbagai keunggulan dan kendalakendala yang
dihadapi serta antisipasi pemecahannya dikemukakan juga.
2) Produk. Tentang produk diuraikan secara rinci mulai
dari bentuk, ukuran, jenis, kegunaan, kuantitas hasil produk per periode, dan
lain-lain. Produk yang akan dihasilkan bergantung kepada minat dan pengetahuan
pengusaha. Kadang-kadang pengusaha tersebut sudah mempunyai pengetahuan dalam
menghasilkan produk, baik dari pengalaman sendiri maupun pengalaman dari orang
lain. Beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk
memilih produk yang akan dihasilkan, antara lain :
a)
Permintaan konsumen terhadap produk
b)
Kebutuhan konsumen yang masih belum teridentifikasi
c)
Daya beli konsumen
d)
Persaingan dalam pasar
e)
Sumber-sumber daya yang menunjang produksi
3)
Lokasi. Lokasi usaha yang akan dipilih harus dicantumkan dalam proposal usaha
karena lokasi merupakan bagian dari aspek pemasaran disamping harga dan
promosi. Untuk menentukan lokasi usaha ada 2 (dua) hal yang perlu diperhatikan,
yaitu :
a) Hubungan ke belakang (backward linkage), misalnya
bagaimana memperoleh bahan baku. Hubungan ini berdampak pada besarnya biaya
produksi.
b) Hubungan ke depan (forward linkage), misalnya
daerah hasil pemasaran. Hubungan ini terkait dengan masalah penjualan dan
distribusi produk untuk sampai ke tangan konsumen. Hal-hal yang harus
diperhatikan antara lain :
(1) Dekat dengan sumber bahan baku
(2) Dekat dengan pasar
(3) Kemudahan untuk mendapatkan sumber daya manusia
(4) Kemudahan dalam hal transportasi
(5) Kemudahan dalam memperoleh bahan baku
(6) Kemudahan dalam memperoleh air
(7) Sikap pemerintah setempat dan masyarakat sekitar
4) Pasar. Dalam proposal usaha juga ditetapkan jenis
pasar apa yang menjadi sasarannya. Demikian juga dengan segmen pasar yang akan
dituju, bagaimana posisi perusahaan di dalam pasar tersebut.
a) Pasar Yang Menjadi Sasaran Pemasaran. Ada 5 (lima )
jenis pasar yang menjadi sasaran dari produk perusahaan, yaitu:
(1) Pasar Monopoli
(2) Pasar Persaingan Sempurna
(3) Pasar Oligopoli
(4) Pasar Monopolistis
(5) Pasar Monopsoni
b) Posisi Perusahaan Dalam Pasar Posisi perusahaan di
dalam pasar yang akan dituju dibedakan menjadi 4 (empat), yaitu :
(1) Pemimpin Pasar (market leader)
(2) Penantang Pasar (market challenger)
(3) Pengikut Pasar (follower market)
(4) Perelung Pasar (nice market)
5)
Persaingan. Dalam proposal usaha menyebutkan dengan jelas dimana posisi
perusahaan diantara para pesaing (competitor) yang akan dihadapi di dalam
pasar. Disamping itu pengusaha juga harus mampu menggambarkan strategi
pemasaran yang akan dijalankan untuk memenangkan persaingan. Strategi pemasaran
tersebut meliputi : distribusi, promosi dan rencana pengembangan produk.
Penentuan strategi pemasaran ini sangat penting karena dapat menjadikan peluang
keberhasilan sebuah usaha yang sedang atau yang akan dilaksanakan.
6)
Laporan Keuangan. Pengusaha wajib mencantumkan laporan keuangan yang dimiliki.
Hal ini bermanfaat bagi pihak penyandang modal untuk menilai kemampuan riel
maupun kemampuan potensial perusahaan tersebut. Laporan keuangan antara lain
meliputi :
a)
Neraca perusahaan
b)
Laporan Rugi/Laba
c)
Laporan per modal (equitas)
Dari
laporan keuangan ini pihak luar yang bekerjasama dengan perusahaan dapat
menilai likuiditas, profitabilitas dan solvabilitas perusahan.
7) Manajemen. Dalam proposal usaha juga menguraikan
perihal bentuk kepemilikan, struktur organisasi serta peranan dan wewenang
masing-masing bagian dalam organisasi perusahaan. Demikian juga tentang status
badan usaha yang akan dijalankan, apakah berstatus persereoan terbatas, firma,
CV atau bentuk badan usaha lainnya.
8) Personalia. Pengusaha menjelaskan secara teperinci
susunan personalia yang mengisi struktur organisasi. Untuk mendapatkan dan
menempatkan pegawai yang sesuai dengan bidangnya, benar-benar dilakukan dengan
cermat dan teliti. Pertimbangan tentang kemampuan, kualitas dan kuantitas
pegawai dilakukan secara professional tanpa mengenal kolusi maupun nepotisme.
9) Proposal Kredit. Setelah memberikan gambaran yang
jelas dan lengkap tentang usaha yang akan dibuka atau dijalankan, pengusaha
biasanya mencantumkan proposal kredit. Tujuannya untuk mengajukan sejumlah dana
yang diperlukan dalam rangka mengembangkan usahanya. Kebutuhan dana yang
diperlukan harus terperinci alokasinya, misalnya untuk menambah jumlah mesin,
menyewa gedung baru, pembelian bahan baku dan sebagainya.
10) Lampiran/Dokumen Penting Lainnya. Bagian terakhhir
dalam sebuah proposal usaha dilampirkan dokumen-dokumen penting perusahaan.
Dokumen tersebut berisi antara lain : akta pendirian perusahaan, SIUP,
sertifikat tanah, dan lain sebagainya.
Contoh sistematikan proposal usaha
sederhana:
Bagian
I : Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Visi dan Misi Usaha
C. Ruang lingkup usaha
Bagian II : Studi Kelayakan
A. Aspek pemasaran
B. Bauran Pemasaran
C. Analisis kelayakan usaha
Bagian III : Aspek produksi
A. Proses Produksi
B. Peralatan dan
Perlengkapan Produksi
C. Biaya Produksi
D. Penetapan Harga Pokok
Produksi
Bagian IV : Aspek Keuangan
A. Kebutuhan modal
B. Analisis Keuangan
Bagian V : Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran
Sumber referensi
·
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pusat
Asesmen Pendidikan. (2026). TKA Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan: materi
pengelolaan usaha dan proposal usaha. https://pusmendik.kemdikbud.go.id/
·
Wati, L. F. (2018). Model pembelajaran project
based learning berbasis potensi lokal pada mata pelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan SMA/SMK di Malang. JTP2IPS, 3(1), 39–47. Garuda Kemdikbud.
·
Pusat Prestasi Nasional. (2024). Pedoman
Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) SMA/MA dan SMK 2024.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
·
Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS
dan DIKMEN. (2020). Modul PKWU Pengolahan: Laporan Kegiatan Usaha Pengolahan
Makanan Internasional. Repositori Kemdikbud.
·
Danang Setyabudi,S.E dan Dr.Suranto,S.T,M.M.
(2017).Perencanaan Bisnis SMK/MAK kelas X,Penerbit ANDI Yogyakarta